Tampilkan postingan dengan label Backpacker Stuff. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Backpacker Stuff. Tampilkan semua postingan

Umroh sambil backpacker-an??? (2)

Setelah post sebelumnya aku sharing tentang umroh sambil backpacker-an, post kali ini aku lanjut sharing ke tahapan berikutnya yang harus dipersiapkan matang-matang. Post saya yang pertama cara membuat visa umroh, dimana menurut saya tahapan ini yang paling penting dan menentukan berangkat tidaknya kita ke tanah suci. Karena seperti yang kita tahu visa berfungsi sebagai syarat ijin masuk ke sebuah negara, tidak ada visa berarti kita tidak bisa masuk ke KSA.
Perlu saya sampaikan, sebenarnya kita tidak bisa melakukan umroh "mandiri" murni. Sulit sekali untuk kita melakukan dan mengatur rangkaian kegiatan umroh sendiri. Salah satu "permasalahan" adalah masalah transportasi. Di saudi arabia  (terutama madinah) tidak banyak transportasi yang bisa kita gunakan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata religi. Bahkan dalam kota pun jarang sekali dijumpai bus umum. Salah satu trayek bus yang ada adalah tujuan, Jeddah-Mekkah, Mekkah-Medinah, Mekkah-Jeddah. Dan terminal yang di Madinah cukup jauh lokasinya dari Masjid Nabawi. Dalam rangkaian kegiatan umroh kota madinah yang paling banyak tempat yang saya kunjungi.

Hal paling anti saat travelling! "Oleh-Oleh"












Sudah bukan rahasia lagi kalo setiap orang jalan-jalan 'harus' membawa oleh-oleh saat pulang ke rumah, bahkan ada sekelompok orang yang membawa koper kosong khusus oleh-oleh. Okelah kalo kelompok ini adalah kelompok berduit atau mungkin kelompok yang suka belanja barang-barang 'ga penting'. Tapi gue gak habis pikir kenapa  kelompok ini ngebela-belain bawa koper kosong khusus untuk oleh-oleh, sayang anak??? sayang keluarga??? atau ????? 
Gue gak paham ini sudah menjadi budaya di Indonesia atau hanya 'budaya' yang di buat di lingkungan pribadi saya, tapi setiap kali gue mau melakukan ritual nge-gembel selalu ada aja yang s'lalu minta di bawain oleh-oleh. Buat gue ini adalah hal yang paling anti gue lakukan, bukan berarti gue pelit atau ga punya uang tapi ada beberapa alasan gue gak mau bawain oleh-oleh untuk keluarga atau temen-temen gue.

Backpacker itu tak sama












Backpacker akhir-akhir ini sudah mulai dipilih banyak orang sebagai 'alternative' untuk melakukan perjalanan. Banyak referesnsi-referensi di internet tentang bagaimana menjadi seorang backpacker, tak hanya itu berbagai cara (itinerary) dan tips untuk mengunjungi suatu tempat-pun sudah banyak tersedia. Tapi taukah anda, meskipun itinerary yang anda gunakan adalah 'milik' backpacker lain namun hasil akhir dari backpacking anda tidak akan selalu sama ????.

Backpacker-an, ngapain??!! buat apa??!!!












Bagi loe yang udah ngalamin pertanyaan kayak gini, loe pasti tau gimana sulitnya ngejawab pertanyaan ini, ya kan???!! bagi gue pertanyaan ini lebih sulit dijawab dari pada pertanyaan "di usia berapa mbah marijan meninggal?". Peratanyaan itu selalu muncul dari mulut orang-orang yang nggak tau dan gak mau menikmati indahnya dunia. seringkali gue bilang dunia itu indah, indah banget bahkan dan cara gue menikmati indahnya dunia adalah dengan  menjelajahinya, menemukan hal-hal baru dan menceritakannya. 

Kenapa harus DORM atau HOSTEL

Source: Google










Postingan ini gue tulis, setelah gue tau gimana indahnya tidur di hostel #terima kasih tuhan Engkau menciptakan tempat yang bernama HOSTEL/ DORMITORY. Bagi orang yang suka travelling tidur di hostel udah kayak datang ke panti pijat aja, #bikin ketagihan. Sempat takut juga kalo gue sampe tidur di hostel atau dorm #takut di perk*sa, karna tampang gue yang imut dan kulit gue yang eksotis.

Biaya yang mahal adalah alasan kenapa gue harus nginep di hostel/ dorm dan bukan di hotel. bagi gue tidur dimana aja gak masalah, yang penting bisa ngiler dan murah. sebelum gue ceritain gimana asyiknya tidur di hostel/ dorm, gue bakalan cerita gak enaknya tidur di hostel.