'Susahnya' orang Indonesia

'Susahnya' orang Indonesia, judul yang agak aneh untuk sebuah blog traveling. cerita kali ini gak ada sangkut pautnya sama kondisi perekonomian masyarakat indonesia, bukan juga tentang kondisi pemerintahan indonesia yang mengagungkan kata 'demokrasi'. Tetap mengenai traveling dan akan selalu ada kaitannya dengan perjalanan traveling saya, jd saya ambil judul yang agak aneh ini sesuai pengalamanku yang aku dapat saat traveling ke uni emirat arab.
cerita ini lebih ke arah kedisiplinan dan atitude orang indonesia, meskipun tidak semua orang tapi sudah lumrah atau bisa kita jumpai di kehidupan sehari-hari di lingkungan kita sendiri, bahwa orang indonesia susah diatur (atau mungkin ini hanya opini saya) Pengalaman ini saya dapat saat saya pergi ke Abu Dhabi, menggunakan pesawat Etihad dari kuala Lumpur, Malaysia.
Kebetulan banyak jamaah umroh yang naik pesawat dari Kuala Lumpur juga, entah mereka ambil program city tour atau hanya sekedar connecting flight aja. Saat check-in saja antriannya setengah mati, panjang banget. karena jamaah umroh bawa bagasi banyak akhirnya dibukalah 2 counter check-in khusus umroh, Alhamdulillah proses check-in bisa lebih cepat.

Tangguhnya Alam Indonesia

Tak bisa di pungkiri keindahan alam indonesia memang patut diacungi jempol. Banyak traveler atau backpacker asing (bule) menyebut indonesia adalah surga dunia, dan bener-bener surga.
Negeri dengan luas wilayah 1,904,569 km persegi dan lebih dari 17.000 barisan pulau memang takkan habis untuk dijelajahi.
Indonesia menjadi tujuan utama wisatawan asing saat akan menjelajahi kawasan asia tenggara, selain untuk menyaksikan dan merasakan langsung keindahan alam Indonesia, ragam etnis dan budaya, keramahan penduduk local juga menjadi salah satu daya tarik alam indonesia.

Jagalah selimut mu di Abu Dhabi

Perjalan ku kali ini di tempuh via udara yang di tempuh kurang lebih 7 (tujuh) jam. Abu Dhabi, salah satu kota metro politan di timur tengah menjadi tujuan ku kali ini.
menggunakan Etihad 777-ER Airline yang berbasis di Abu Dhabi perjalanan kali ini tidak terasa membosankan (bukan promosi, karena saya tidak ada hubungan dengan Etihad Airline). Fasilitas yang saya dapat cukup menyibukkan saya selama perjalanan, tak sedikipun rasa jenuh muncul (kecuali ngantuk gara-gara kekenyangan).
Free Movies dan music bisa diakses selama perjalanan ke Abu Dhabi, termasuk makan dan selimut karena saya terbang ke Abu Dhabi di malam hari sudah pasti suasana di pesawat menjadi sangat dingin (ato mungkin ini cuma perasaan saya).  Ada satu lg yang membuat perjalanan semakin nyaman, saya dapat bantal jadi tidur di pesawat oke-oke ajah. dan yang lebih asyik lg selimut dan bantal boleh saya bawa, kebetulan saya sampai di Abu Dhabi tepat jam 12 tengah malam jadi bantal dan selimut ink bisa saya pake buat tidur di bandara.
Dan benar saja, suhu di bandara International Abu Dhabi dingin banget. Rasanya AC di sini tidak pernah mati, udah kayak di puncak gunung semeru aja dinginnya. pas sampe di bandara ternyata banyak para penumpang yang juga membawa selimut yang di kasih di atas pesawat, dan tak sedikit juga yang tidak membawanya entah karena gengsi atau lupa. tapi yang pasti penumpang yang tidak punya selimut akan sangat menderita banget karena kedinginan. Karena saya masih ngantuk banget dan waktu masih lama jadi saya langsung tidur aja itung-itung balikin stamina, pake kaos kaki dan kaca mata tidur.

Umroh sambil backpacker-an??? Kenapa enggak!!!

Banyak banget ajakan dari teman-teman untuk melakukan umroh dengan cara backpacker-an, karena ibadah umroh sendiri sudah menjadi kebutuhan rohani yang harus dipenuhi. Mahal?? sudah pasti. Namun bagi orang indonesia biaya tidak menjadi masalah untuk dapat melaksanakan ibadah haji kecil ini. terbukti saat saya menjejakkan kaki di kota yang dikenal dengan tanah haram, banyak sekali orang indonesia. bisa dibilang tiada hari tanpa orang indonesia.
Namun untuk melakukan ibada umroh dengan cara backpackeran/ umroh mandiri kita harus meluruskan niat kita, jangan sampai ibadah kita tidak
sempurna karena niat yang tidak sempurna. Maksud saya, kita melakukan ibadah umroh dengan cara backpacker tidak sama dengan kita backpacker-an ke tempat wisata. karena tujuan kita ibadah, maka yang harus diutamakan adalah ibadah. Masalah kita pergi dengan cara backpacker atau travel itu pilihan, tentu saja masing-masing pilihan ada kelebihan dan kekurangan.
Masalah biaya menjadi salah satu faktor kenapa banyak orang (mayoritas anak muda) yang ingin melakukan ibadah umroh dengan cara backpacker-an. Sebagai pertimbangan saja, untuk melakukan ibadah umroh dengan paket 9 hari biaya yang harus kita keluarkan berkisar 18-20 juta. Bukan berarti menunaikan ibadah umroh dengan cara backpack biaya yang dikeluarkan akan lebih murah, banyak hal yang harus dipertimbangkan agar biaya yang dikeluarkan bisa ditekan.
Untuk menunaikan ibadah umroh ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, melalui tulisan ini saya akan share sedikit pengalaman saya. hal yang tersulit melakukan umroh dengan cara backpacker menurut saya adalah pengurusan visa. Pada official website Kementrian Haji Saudi Arabia

BIG BUDHA (Ngong Ping 360)

Cerita kali ini masig sekitaran Hongkong, tepatnya di sebuah pulau nan hijau dan asri yang sering di sebut Ngong Ping 360 (selanjutnya saya sebut NP 360). Kalo nama asli dari pulau itu saya kurang tahu, lokasi NP 360 sebenernya deket banget ama bandara internasional hongkong. Rutenya, naek shuttle bus dari Bandara  ke Tung Chung Station tiketnya kurang lebih 1.5 Dollar Hongkong dengan waktu tempuh kira-kira 15-20 menit. Tenang aja, Bus di Hongkong gak pernah nge-temp lebih dari 3 menit kok, kalo semua penumpang udah naik bus langsung berangkat jadi jadwal bus pasti tepat waktu. Jangan khawatir kesasar, yang penting pastikan nomor Bus sudah benar dan tunggu di halte yang benar.
Ya....harus di halte yang benar, karena bus di Hongkong sangat disiplin. kalo anda tidak menunggu di halte yang sesuai dengan nomor bus, jangan harap bus akan berhenti meskipun anda sudah menunggu ber-jam-jam lamanya.
Dari Tung Chung baru kita bisa ke NP 360, untuk menuju NP 360 kita bisa menggunakan Cable Car ato Bus. Tapi untuk yang takut ketinggian saya sarankan untuk naek bus, meskipun naek cable car sangat aman tapi apapun alasannya kalo anda takut ketinggian lebih baek naek bus aja. Ada yang menarik saat saya

Mafia

Sebenernya pengalaman ini sudah lama, tepatnya satu yang lalu saat saya travelling ke Macau dari Hongkong. tapi baru inget akhir-akhir ini langsung saja saya tulis, karena bagi saya pengalaman ini sangat luar biasa. Dari judul cerita ini mungkin kalian sudah tahu saya akan menceritakan apa, Ya..!!! cerita ini memang soal mafia, tepatnya pertemuan saya dengan mafia di perjalanan menuju macau.
kenapa pengalaman ini sangat luar biasa?? Pertama, "Mafia" memang bukan sebuah kata yang asing bagi saya, tapi bertemu mafia adalah pengalaman pertama bagi saya. sering saya dengar kalau Hongkong dan Macau adalah 'sarang' mafia, tapi hal itu tidak mengurungkan niat saya untuk pergi ke Hongkong dan Macau. 
Untuk pergi ke Macau dari Hongkong bisa di tempuh melalui jalur udara dan laut, tapi kali ini saya memilih jalur laut dengan speedboat, selain harga tiket yang murah (HKD 176), waktu tempuh yang tidak terlalu lama (sekitar 2 jam) adalah yang menjadi pertimbangan saya. 

Tamu Di Negeri Sendiri

Masih tentang perjalanan saya keliling Lombok, kisah kali ini adalah hari pertama saya mulai mengelilingi pulau Lombok. Sesaat semalam tubuh terasa meriang dan tergelatak tak berdaya di 'desa orang' sendiri pula.    Duh begini rasanya saat jadi Solo Travellers dan sakit...sedih??? tentu tidak, solo traveller adalah pilihan dan ini adalah konsekuensi yang harus saya tanggung!!!!
Rencana hari pertama saya di Lombok adalah mengunjungi Gili Trawangan, setelah tubuh terkapar semalaman berharap pagi ini segar dan bisa menikmati taman bawah laut Gili Trawangan yang terkenal Indah. Ada tiga pilihan untuk bisa sampai di pelabuhan Bangsal, Pertama: naek taxi dari Mataram ke Bangsal dengan tarif kurang lebih Rp80.000 dan saya gak punya banyak uang untuk di 'hambur-hamburkan'. Kedua: dengan menggunakan angkot dan harus pindah dari satu angkot ke angkot lain dan saya gak tau berapa lama waktu yang dibutuhkan dan berapa biayanya. dan Ketiga, alternatif yang terakhir adalah dengan menggunakan ojek, dengan biaya Rp25.000-Rp30.000.